Selasa, 15 Mei 2012

Pentas Pilihan Lurah, Sarat Kritik Sosial

   Pementasan Teater Pilihan Lurah dikemas dengan komedi dan sarat akan kritik social di Teater Arena TBJT, Minggu (13/5).

SOLO – Pementasan teater Pilihan Lurah oleh kelompok Teater Indonesia Membangoen digelar di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Minggu, (13/5) malam. Naskah karya A.M. Trajutisna ini sarat dengan kritik sosial yang menggambarkan dinamika masyarakat Indonesia. 
“Alasan saya mementaskan ini karena di negara kita sedang ada pergantian, Solo juga mau pergantian, Jawa Tengah juga mau pergantian,” tutur Eko Wiyanto selaku sutradara pementasan saat ditemui di Teater Arena, Minggu, (13/5). Dia menegaskan bahwa pentas ini bukan untuk berpolitik namun hanya sebagai peran sosial saja. 
Pementasan yang kerap diselingi dengan komedi ini dikemas secara sederhana dan menarik. Menurutnya pementasan tersebut menggambarkan secara vulgar, sebuah pemilihan pemimpin yang dipenuhi dengan intrik seperti suap menyuap, mengatasnamakan agama, birokrasi maupun wawasan. 
 “Saya ingin menggelitik hati masyarakat tentang dinamika pemilihan seperti ini agar tidak sampai terjebak,” tegas Eko. Dia ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa agar bisa memilih pemimpin secara bijak dan tidak terjebak dalam intrik politik.(Faiznurbaety F.)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More