Prosesi Detik-Detik Waisak Berlangsung Khidmat

Ribuan umat Buddha dari dalam dan luar negeri dating ke candi Mendut untuk mengikuti prosesi detik-detik Waisak 2556 BE/2012 yang merupakan salah satu acara puncak gelaran Tri Suci Waisak yang berlangsung di Candi Mendut dan Candi Borobudur (6/5.

White Shoes Meriahkan Pensi SMAN4 Solo

SOLO - White Shoes and The Couple Company, band indie ber-genre pop funk jazz itu tampil pertama kalinya di lapangan SMAN4 Solo dalam acara “Great Creation of Smara Catur”, Minggu (13/5).

Tabrakan Diri ke KA Prameks, Pria Tanpa Identitas Tewas

Sukoharjo - Seorang pria tak dikenal tewas seketika, setelah menabrakkan diri ke KA Prameks yang sedang melintas pintu kereta api Pajang, Makamhaji, Jumat (4/5/2012). Lelaki berusia sekitar 50 th itu meninggal dengan kondisi kepala terputus.

Car Free Day, Ajang Peduli Masyarakat Solo

Car Free Day (CFD) adalah salah satu bentuk kampanye untuk mencegah global warming atau polusi udara yang berlebihan sehingga melampaui batas aman. Saat ini banyak kota-kota besar di Indonesia yang berlomba-lomba untuk menyelenggarakan acara tersebut. Tak terkecuali kota Solo yang juga berpartisipasi mengadakan CFD di sepanjang jalan Slamet Riyadi.

Selasa, 15 Mei 2012

Teman Nongkrong yang Enak dan Murah Meriah

Antri. Beberapa pembeli terlihat antri untuk membeli bakso bakar, kompleks ISI Solo (15.05)

Mau terbuat dari 90 persen daging sapi atau bahkan 10 persen daging sapi, olahan bernama bakso selalu mendapatkan penggemarnya. Tidak terkecuali bakso bakar.
Cuaca cerah ketika di sekitar pendopo Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dipenuhi muda – mudi yang asik nongkrong, ngobrol, memakan kudapan, atau hanya sekedar berhenti menjajakan uangnya dengan aneka panganan ringan di sekitar ISI. Bakso bakar menjadi primadonanya, dengan sekitar 5 penjual bakso bakar berderet menunggu pembeli menghampirinya. 

“Pertamanya penasaran, terus kok enak gitu,murah juga,” ungkap Tiwi mahasiswi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) asal Klaten mengemukakan alasannya membeli bakso bakar. Cukup dengan seribu rupiah, kita sudah bisa menikmati satu tusuk bakso bakar yang berisi rata – rata lima gelinding. Tentu saja, bakso bakar ini tidak seperti bakso pada umumnya yang dominan daging sapi. Jika ditanya rasanya, Idhun mahasiswa UNS penikmat bakso bakar menggambarkannya dengan  “rasanya kenyil – kenyil kayak cilok tapi lebih enak, bisa milih yang pedes, saya kan suka pedes.”   Kudapan berbahan baku tepung tapioka dan tepung kanji diselipi daging sapi atau ayam dan ikan ini makin sering ditemui dari pedagang – pedagang kaki lima, dengan konsep dagangan yang sama, rasa yang sama, namun tentu saja tetap berbeda – beda rasanya.

Tren bakso bakar sedang menjangkiti Solo, jajanan murah meriah ini bisa ditemukan di tempat – tempat nongkrong terbuka di Solo, sebut saja Alun – alun Kidul (Alkid) Solo, kompleks pendopo ISI, belakang kampus UNS,  Ngarsopuro, dan dekat kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).  Dengan berbekal sepeda motor, bronjong atau kerangjang tempat membawa dagangan beserta peralatan dan perlengkapan dagang, alat pembakar sate, arang, dan tentu saja bakso bakar yang sudah setengah matang, seorang pedagang sudah siap membuka lapaknya. 

“Manis, biasa, pa pedes mbak?” Tanya Erni, pedagang bakso bakar asal Semanggi, Solo. Ya, bakso bakar ini juga memiliki varian tingkat kepedasan. Erni yang telah berjualan bakso bakar setahun lebih ini membuat bakso bakar sendiri sekaligus menjual bakso bakar setengah matang ke penjual lainnya. Dalam sehari, dia bisa menjual seribu tusuk lebih, mulai pukul dua siang sampai malam hari. Bakso bakar yang dijual Erni dan ibunya ini memang merupakan bakso bakar yang paling laris manis. Sekali beli, seorang pembeli bisa memborong 15 tusuk dan seringnya merupakan pembeli yang tetap. Dengan menjual bakso bakar, Erni mengaku bisa menyisihkan uang tabuangan sebesar Rp 500.000,- per bulannya. 

Lain lagi dengan Jumino, warga Pucang Sawit Solo ini mengaku menghabiskan 300 tusuk per harinya, dari pukul 11 siang sampai sehabisnya, kadang malam kadang sore. Penjual lain pun tampak tak selaris lapak Erni, apalagi jika hujan datang. “Kalo ujan sepi mbak, pada gak mau keluar jadi ya gak laku,” ujar Jumino. Kalau sudah tidak habis, biasanya mereka memasak kembali bakso bakar tersebut untuk dijual esoknya lagi. (Rina Yuliarti)

Pentas Pilihan Lurah, Sarat Kritik Sosial

   Pementasan Teater Pilihan Lurah dikemas dengan komedi dan sarat akan kritik social di Teater Arena TBJT, Minggu (13/5).

SOLO – Pementasan teater Pilihan Lurah oleh kelompok Teater Indonesia Membangoen digelar di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Minggu, (13/5) malam. Naskah karya A.M. Trajutisna ini sarat dengan kritik sosial yang menggambarkan dinamika masyarakat Indonesia. 
“Alasan saya mementaskan ini karena di negara kita sedang ada pergantian, Solo juga mau pergantian, Jawa Tengah juga mau pergantian,” tutur Eko Wiyanto selaku sutradara pementasan saat ditemui di Teater Arena, Minggu, (13/5). Dia menegaskan bahwa pentas ini bukan untuk berpolitik namun hanya sebagai peran sosial saja. 
Pementasan yang kerap diselingi dengan komedi ini dikemas secara sederhana dan menarik. Menurutnya pementasan tersebut menggambarkan secara vulgar, sebuah pemilihan pemimpin yang dipenuhi dengan intrik seperti suap menyuap, mengatasnamakan agama, birokrasi maupun wawasan. 
 “Saya ingin menggelitik hati masyarakat tentang dinamika pemilihan seperti ini agar tidak sampai terjebak,” tegas Eko. Dia ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa agar bisa memilih pemimpin secara bijak dan tidak terjebak dalam intrik politik.(Faiznurbaety F.)

Tabrakkan Diri ke KA Prameks, Pria Tanpa Identitas Tewas

Korban saat dievakuasi dari atas rel. Tidak ada yang 
mengenali pria tersebut, Jumat (4/5).

                                        

Sukoharjo - Seorang pria tak dikenal tewas seketika, setelah menabrakkan diri ke KA Prameks yang sedang melintas pintu kereta api Pajang, Makamhaji, Jumat (4/5/2012). Lelaki berusia sekitar 50 th itu meninggal dengan kondisi kepala terputus.

Menurut keterangan Pardi, saksi mata, korban terlihat mondar – mandir sejak pagi di sekitar rel. “Sepertinya, sejak awal niatnya memang ingin bunuh diri karena begitu melihat kereta akan lewat, dia langsung tidur di rel sehingga terlindas dan tentu saja meninggal dunia.” Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.00. 

Jenazah kemudian dievakuasi ke RS dr. Moewardi. “Korban berusia sekitar 50 tahun, sampai saat ini belum ada yang mengenali korban.” Terang Anggono, salah satu anggota Polsek Kartosuro. (Dhyanayu Luthfia Almitra – D0208020)




White Shoes Meriahkan Pensi SMAN 4 Solo

Sari, Vokalis White Shoes & Couples Company


SOLO - White Shoes and The Couple Company, band indie ber-genre  pop funk jazz itu tampil pertama kalinya di lapangan SMAN4 Solo dalam acara “Great Creation of Smara Catur”, Minggu (13/5).

Dalam acara yang digelar OSIS SMAN 4 tersebut band yang pernah menyabet The Most Crush Worthy Band of 2006 oleh situs all music.com di Amerika itu membawakan 11 buah lagu. Beberapa di antaranya adalah Senandung Maaf, Nothing to Fear  dan Windu Devina.

Febryan, salah seorang fans White Shoes merasa sangat antsusias mengikuti acara ini hingga akhir,” Seneng banget. Ini kali pertamanya White Shoes tampil di Solo setelah lama dinanti-nanti”. Abi Satya Yogi Pradika selaku ketua panitia mengaku, mengundang White Shoes sebagai guest star sudah melalui pertimbangan yang matang, salah satunya karena band indie yang tercatat sebagai salah satu dari 25 band terbaik di my space itu belum pernah tampil di Kota Solo.
Selain White Shoes, pensi “Great Creation of Smara Catur “ yang mengangkat tema For Glorious Culture itu juga dimeriahkan oleh Samalona, Down For Life, Nothing Special, Sweet Killer, Stabillo dan masih banyak lagi. Bukan hanya menampilkan band ternama, acara yang berakhir pada pukul 21.00 WIB tersebut semakin semarak dengan beberapa kompetisi seperti mural, dance dan photography. (Pythag Kurniati / D0208096)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More